You need to enable javaScript to run this app.

Belajar Tidak Harus di Dalam Kelas

  • Jum'at, 11 Juni 2021
  • Berita
  • admin
Belajar Tidak Harus di Dalam Kelas

Direktur Sekolah Dasar, Kemendikbudristek, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd menegaskan, belajar tidak harus di dalam kelas. Guru bisa mengajak murid-muridnya bermain di luar kelas. Karena pada prinsipnya, bermain adalah belajar.

”Di masa pandemi Covid-19 ini, guru dituntut memiliki kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran sebagai upaya penguatan karakter generasi penerus bangsa. Jangan biarkan anak-anak kita mengalami learning lossSalah satu inovasi yang bisa dilakukan adalah dengan bermain sambil belajar di luar kelas,” kata Sri Wahyuningsih di Jakarta, Kamis, 10 Juni 2021.

Belajar di luar kelas sangat relevan dengan situasi saat ini, di mana virus corona masih menjadi ancaman bagi setiap orang, termasuk anak-anak. Dengan belajar di luar kelas, potensi penularan virus corona bisa diminimalisir. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat; memakai masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan pakai sabun.

”Kalau belajar di dalam kelas mungkin ada kekhawatiran sirkulasi udara tidak lancar. Tapi kalau belajar di ruangan terbuka, tidak ada masalah sirkulasi udara. Anak-anak terkena sinar matahari secara langsung. Dan yang paling penting, bermain sambil belajar itu menyenangkan, dan mendorong siswa semakin kreatif,” kata Sri Wahyuningsih.

Dalam berbagai kunjungan kerja ke daerah, Direktur Sekolah Dasar menemukan praktik-praktik baik belajar di luar kelas. Banyak guru telah melakukan inovasi pembelajaran. Situasi sulit di tengah pandemi Covid-19 ini mendorong mereka semakin inovatif. Bukan hanya guru-guru di kota, tapi juga guru-guru di pedalaman.

Guru-guru Dyatmika School di Bali, misalnya, membangun kelas ruang terbuka di dekat kebuh sekolah yang asri. Kelas itu tidak dikelilingi tembok. Kursi dan meja ditata rapi dan jaga jarak. ”Saya berdialog langsung dengan anak-anak yang belajar di kelas terbuka itu, pekan lalu. Mereka senang belajar di sana. Bahkan selalu menunggu-nunggu jadwal belajar di sana. Bosan kalau belajar di rumah terus,” tutur Sri Wahyuningsih.

Guru juga sering mengajak mereka keliling kebun sekolah yang luas dan hijau. Banyak tanaman pangan, rempah-rempah, bunga dan rumput hijau. Murid-murid bermain sambil belajar di kebun sekolah tersebut. Mereka belajar menanam dan merawat tanaman.

Bulan lalu, Direktur Sekolah Dasar juga menemui praktik-praktik baik belajar di luar kelas di Kabupaten Gunung Kudul, Yogyakarta. Suasana asri pengunungan dimanfaatkan oleh para guru di sana untuk mengajak murid-muridnya belajar di luar kelas.

Kemudian pada November tahun lalu, Sri Wahyuningsih mengunjungi anak-anak di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur yang mempraktekkan belajar di luar kelas. Mereka berkumpul di halaman rumah salah satu orang tua murid, kemudian guru datang ke rumah tersebut dan menggelar pembelajaran di luar kelas. Mereka adalah murid-murid SD Negeri Oenggaut.

Di tempat belajar kelompok itu Sri Wahyuningsih bercengkrama dengan anak-anak. Meminta anak-anak bercerita tentang keseharian dan cita-cita mereka, serta menasehati agar anak-anak terus semangat belajar demi mengejar cita-cita.

Direktur Sekolah Dasar juga mendengarkan dengan seksama keluhan dan saran dari Yusup Namang Jabar dan Yusuf Mengge, guru kelas 6, untuk kemajuan pendidikan ke depan. Kepada Yusuf Mengge, Sri Wahyuningsih secara khusus memberikan cara-cara mengakses konten pembelajaran yang bermutu di internet. Misalnya dengan mengakses Media Center Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud di alamat http://ditpsd.kemdikbud.go.id.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke SD Negeri Nauhadeoen, Kecamatan Lobalain untuk memantau proses BDR di sana. Dari kunjungan ini, Sri Wahyuningsih menyimpulkan bahwa sekolah-sekolah di pulau Rote sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Selama ini mereka sudah menerapkan belajar tatap muka, tapi bukan di sekolah, melainkan di rumah warga. Mereka belajar dan bermain di luar kelas dengan bimbingan dari gurunya,” kata Sri Wahyuningsih. (Hendriyanto)

Bagikan artikel ini:
Edi Junaedi, S.Pd

- Kepala Sekolah -

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut…

Berlangganan
Jajak Pendapat

Survey Kepuasan

Hasil
Banner

Rekomendasi