You need to enable javaScript to run this app.

Seharian Keliling Lima Sekolah di Pegunungan Buleleng

Seharian Keliling Lima Sekolah di Pegunungan Buleleng

Langit Kuta, Bali masih gelap ketika rombongan Direktorat Sekolah Dasar, Kemendikbudristek bersiap memulai perjalanan. Kali ini tujuannya adalah Kabupaten Buleleng, Rabu, 3 Juni 2021.

Ada lima sekolah yang akan dikunjungi oleh Direktur Sekolah Dasar, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd. Turut hadir dalam kunjungan kerja ini, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali, I Made Alit Dwitama, ST., M.Pd., beserta beberapa stafnya.

Perjalanan menuju pusat pemerintahan Kabupaten Buleleng ditempuh dalam waktu dua jam. Sepanjang jalan rombongan disuguhi pemandangan menakjubkan, berupa pegunungan dan hamparan lahan hijau diselimuti kabut tipis. Sungguh pagi yang bertabur energi.

Kami diterima dengan hangat oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Made Astika, S.Pd., M.M. Pertemuan kemudian dilanjutkan di ruang rapat utama bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa. M.Pd.

“Kami sangat menghargai kepedulian Ibu Direktur Sekolah Dasar terhadap sekolah di daerah kami. Biasanya kunjungan kerja mencari lokasi sekolah yang mudah dijangkau. Ini Bu Direktur malah ingin ke sekolah yang sulit dijangkau,” kata Gede Suyasa.

Yup, perjalanan menuju sekolah memang menantang. Sekolah pertama yang dikunjungi adalah SD Negeri 4 Tista. Jaraknya masih satu jam lebih perjalanan dari pusat pemerintahan Kabupaten Buleleng. Kami beruntung ditemani Kepala Dinas Pendidikan, Made Astika, yang menguasai medan dan hapal rute perjalanan.

Meski begitu, tetap saja salah satu mobil rombongan nyasar ke jalanan sempit di tengah sawah. “Bapak mau ke mana?,” tanya petani dari atas motor yang dipepet oleh mobil rombongan kami yang nyasar di jalanan sempit. “Mau ke SD Negeri 4 Tista. Arahnya ke mana pak,” sopir balik bertanya.

“Wah, ini salah arah. Bapak harus putar balik, kemudian di pertigaan belok kanan,” kata pak tani. Celaka, jalanan sempit begini mana bisa mobil putar balik. Berpapasan dengan motor saja sulit. Sopir memutuskan jalan terus ke depan sampai ketemu jalanan yang agak lebar untuk putar balik.

Meski menempuh perjalanan sulit, kelelahan kami terobati oleh pemandangan indah pegunungan di Kabupaten Buleleng. Apalagi setelah sampai ke sekolah, rombongan disambut antusias oleh murid-murid SD bersama guru dan kepala sekolah.

Direktur Sekolah Dasar Mengunjungi Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng

Di SD Negeri 4 Tista, Direktur Sekolah Dasar Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd menyaksikan langsung anak-anak belajar di kelas menggunakan laptop Chromebook. Sekolah ini mendapat bantuan 15 unit Chromebook pada tahun 2020. “Kami terus belajar menggunakan Chromebook ini untuk pembelajaran. Misalnya menggunakan Google Classroom,” kata Ni Putu Ratna Widya Ningsih, S.Pd., guru kelas 5.

Sri Wahyuningsih berpesan kepada kepala sekolah dan para guru untuk betul-betul memanfaatkan fasilitas yang sudah diberikan oleh negara. Jangan sampai Chromebook tersebut mengaggur, padahal manfaatnya sangat besar untuk pembelajaran. “Saya berharap guru-guru tekun mempelajari penggunaan Chromebook ini, supaya bermanfaat untuk pembelajaran anak-anak murid kita,” ujar Direktur Sekolah Dasar.

Murid Sekolah Dasar Menggunakan Chromebook

Sekolah kedua yang dikunjungi adalah SD Negeri 1 Sepang Kelod. Sekolah ini lokasinya tepat di pinggir sungai. Beberapa waktu lalu hujan deras menyebabkan longsor. Nyaris saja bangunan sekolah ikut kena longsor. Di halaman sekolah menganga jurang bekas longsor setinggi lima meter.

“Hujan deras itu terjadi pada sore hari. Ketika longsor terjadi, tidak ada murid maupun guru yang sedang berada di sekolah. Jadi tidak ada korban,” kata I Ketut Mustika, S.Pd., Kepala SD Negeri 1 Sepang Kelod.

Kondisi Jalan Menuju Sekolah

Sri Wahyuningsih beserta rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke SD Negeri 2 Sepang Kelod. Sekolah ini dibangun tahun tahun 1981, dan dilakukan rehab tahun 2009. Sehingga kini bangunannya banyak kerusakan. “Sekolah ini masuk kategori rusak berat, perlu diperbaiki,” kata Desak Ketut Trisnawati, S.Pd., Kepala Sekolah SD Negeri 2 Sepang Kelod.

Sri Wahyuningsih kemudian berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraha Kabupaten Buleleng, Made Astika yang ikut dalam kunjungan tersebut. Setelah berdiskusi, Made Astika menyampaikan pihaknya akan memprioritaskan sekolah ini untuk mendapat bantuan perbaikan gedung.

Sekolah keempat yang dikunjungi adalah SD Negeri 5 Sepang. Perjalanan menuju sekolah ini yang paling menantang. Rombongan harus melewati jalanan berbatu yang sempit dan curam sepanjang 7 kilometer. Sisi kiri dan kanan jalan terdapat jurang cukup dalam. Mobil rombongan melaju perlahan sehingga perjalanan terasa panjang. Beruntung tidak turun hujan sehingga perjalanan bisa terus dilanjutkan.

“Sekarang jalan ini sudah lumayan bagus. Dulu batunya besar-besar, mobil tidak bisa lewat,” cerita Made Astika. Sesampainya di sekolah, rombongan disambut oleh empat mahasiswa, para guru dan juga kepala sekolah. Mahasiswa itu merupakan peserta program Kampus Mengajar.

Mereka adalah Wia Dwiarya, I Komang Mega Antika (Universitas Pendidikan Ganesha), Kadek Yunita Maharani, dan Kadek Endra Adi Sastrawan (Unikom Bali). “Di sini sinyal jelek. Tapi pihak sekolah memasang wifi. Jadi kami bisa memperkenalkan pembelajaran digital kepada para guru,” kata Kadek Yunita Maharani.

Direktur Sekolah Dasar Mengunjungi Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng

Kepala SD Negeri 5 Sepang, I Putu Suparma mengatakan, siswa sekolahnya ada sekitar 50 orang. Mereka adalah warga yang tinggal di perbukitan sekitar sekolah. Mereka setiap hari berjalan kaki sekitar 3 kilometer ke sekolah. “Sejak Indonesia merdeka, baru kali ini ada direktur dari kementerian berkunjung ke sini,” katanya.

Tak terasa hari sudah sore. Direktur Sekolah Dasar dan rombongan kemudian pamit. Jangan sampai keburu gelap karena kondisi jalan yang sulit. Perjalanan dilanjutkan ke sekolah terakhir yaitu SD Negeri 3 Tigawasa. Matahari sudah terbenam ketika kami tiba di sekolah ini.

SD Negeri 3 Tigawasa terpilih sebagai Sekolah Penggerak. Kepala sekolahnya, Kadek Dian Supriadi menjadi Kepala Sekolah Penggerak. Sri Wahyuningsih mengapresiasi SD Negeri 3 Tigawasa. Selain menjadi Sekolah Penggerak, sekolah ini juga berhasil membangun kemitraan dengan lembaga non-pemerintah yang memberi perhatian kepada dunia pendidikan. Sekolah membangun kemitraan dan mendapat bantuan belasan komputer dan ruangan sekolah dari Grand Circle Foundation.

Direktur Sekolah Dasar Mengunjungi Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng

“Ini harus menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menjalin kemitraan dengan lembaga non-pemerintah, baik itu yayasan atau perusahaan. Karena membangun pendidikan butuh keterlibatan semua pihak, bukan hanya kewajiban pemerintah,” kata Sri Wahyuningsih.

Tak terasa hari sudah gelap. Tim Direktorat Sekolah Dasar segera kembali ke penginapan di Kuta untuk istirahat. Meski lelah seharian keliling lima sekolah, Direktur Sekolah Dasar tidak kehilangan semangat.

Sri Wahyuningsih berniat akan terus menyambangi sekolah-sekolah di pedalaman dalam setiap kunjungan kerja ke daerah. Untuk berdialog, memahami apa yang mereka rasakan, melihat inovasi-inovasi mereka dalam pembelajaran, dan memberi semangat kepada warga sekolah di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19. (Hendriyanto)

 

Sumber : http://ditpsd.kemdikbud.go.id/artikel/detail/seharian-keliling-lima-sekolah-di-pegunungan-buleleng

Bagikan artikel ini:
Edi Junaedi, S.Pd

- Kepala Sekolah -

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut…

Berlangganan
Jajak Pendapat

Survey Kepuasan

Hasil
Banner

Rekomendasi